FREE KUPON LOTRE

Senin, 29 Desember 2014

Merasakan Tubuh Wanita di Universitas

Perawakan Mini kurang lebih tinggi 165 cm, 50 kg dengan kulit putih, rambut hitam lurus sebahu, sama-sama keturunan cina sepertiku juga dan berumur 20 tahun merupakan mahasiswa di sebuah universitas swasta di Bandung, ukuran payudaranya 34B dibalut dengan kaos ketat sungguh ideal.

Kami pun mulai mengobrol panjang di kafe tersebut dan pendek kata kami pun mulai serius tentang hubungan kami yang mungkin lain dari biasanya, yaitu kegiatan BDSM. Kuketahui juga Mini sudah tidak perawan karena pernah ML dengan cowonya yang sekarang tidak tahu ada dimana.

Mini terlihat sedikit nakal dan sesuai harapanku yang sedang mendalami bidang ini. Mini menganjurkan di tempat kosnya, karena katanya dalam 2-3 hari ke depan tidak ada orang lain karena pada mudik liburan. Aku pun setuju dan berjanji besok aku akan langsung datang ke tempat kosnya.

Hari yang telah ditentukan telah datang, aku pergi menuju 711, swalayan dekat kampusku, di sana aku membeli beberapa gulung tali pramuka, jepitan jemuran 1 pack, lilin merah besar yang biasa ada di kuil-kuil 2 buah, dan beberapa minuman. Siaplah aku menuju cafe yang telah ditentukan, aku dengan perlengkapan aku di tas sudah lengkap plus belanjaan tadi.

Meluncurlah aku dengan menggunakan motor bebekku ke tempat kos Mini. Aku mulai memperlahan laju motorku dan melihat alamat yang tertera di HP-ku, setelah beberapa lama kutemukan sebuah Agen Bola Terpercaya yang dijadikan tempat bermain taruhan. Aku langsung menelepon Mini agar keluar dari tempat kosnya.

Lalu aku melihat Mini keluar dengan pakaian senam yang masih basah keringat hingga membuatnya makin aduhai.“Sori gue baru beres joging nih, masuk.., masuk”, kata Mini sambil membukakan gerbang.
Akupun mulai masuk dan celengak-celinguk melihat kos-an yang berisi 4 kamar layaknya rumah tinggal biasa.

“Beneran kaga ada sapa-sapa neh?”, tanyaku.“Kaga ada, pembokat dah pulang dari tadi, now cuma ada lo ama gue, kapan neh mulainya?”, Jawab Mini.

Aku langsung mengeluarkan tasku dan Mini langsung ikut melihat barang yang kubawa.
“Hehe.. kok gituan aja seh, disini juga ada kaga usah repot-repot”, kata Mini sambil mengeluarkan kotak di kamarnya.

“Pake semua yang lu mau ke gue” jawabnya sambil memberikan kotak tersebut padaku.
“Wahh.., gila lo dapat dari mana semua alat ini?”, tanyaku karena baru kali ini aku melihat alat-alat penyiksaan yang biasanya hanya aku liat di internet.

“Jangan rewel, cepetan donk gue dah ga sabar lu bisa apa aja”, jawabnya.

Tanpa menjawab karena aku masih keasyikan melihat “barang-barang” yang sebagian masih tidak kuketahui fungsinya.

“OK., siplah ayo kita mulai”, jawabku. Permainan dimulai, Mini hanya duduk melihatku meninjau tempat yang ingin aku gunakan.

“Sini lo, gue dapat tempat yang enak buat nyiksa lo”, kataku sambil tersenyum melihat lapangan basket dengan 1 tiang dengan luas 4×5 meter di ruangan tertutup belakang kos.

Aku mulai mengambil bambu bulat berukuran 1 1/2 meter dengan diameter 10 cm dan mengikat tangan Mini bersama bambu tersebut. Hasilnya tangan Mini terentang ke arah berlawanan seperti orang yang disalib. Belum puas dengan itu aku mengikat “shibari”, sehingga payudaranya tampak menonjol.

Mini merasa kesakitan terlihat dari wajahnya yang mulai merah, tapi saat kutanyakan Mini menjawab “Lanjutin aja gue nikmatin kok, jangan sungkan-sungkan gue kaga marah gue hepi kok” sambil tersenyum.
Akupun tidak tanggung-tanggung lagi langsung mengambil sepatu hak tinggi merahnya sekitar 10 cm, penjepit yang telah kubeli, ball gag di kotak Mini, dan sun block untuk kuoleskan pada kulit Mini karena rencanaku akan kujemur Mini di lapangan tersebut dalam waktu cukup lama, matahari masih cukup terik meskipun jam sudah menunjukan pukul 4 sore.

Setelah kuoleskan pada sekujur tubuhnya, aku memasangkan ball gag ke mulutnya.
Aku yakin Mini tidak akan bisa bersuara lagi.

Kemudian sepatu tingginya untuk memberikan efek pegal dan kejang, aku mulai membuat simpul di bambu yang menempel di punggung Mini untuk digantung di tiang ring. Akhirnya Mini hanya menapak pada hak sepatu yang kecil dengan badan tergantung tanpa daya. Terakhir aku memasangkan penjepit di kedua belah puting, di ketiak, di paha, di perut, di bagian kemaluannya.

“Erghh. Hh.. Hh..”, kudengar erangan Mini tapi tidak kuhiraukan.
“Ok gue tinggal dulu, gue laper mo makan”, kataku dengan senyuman sambil memasangkan 2 jepitan tersisa di daun telinganya, langsung terlihat Mini berusaha melepasnya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya tapi percuma karena jepitannya cukup kuat.

Maka tinggalah Mini sendirian, karena aku sudah pergi untuk melihat-lihat “lokasi” berikutnya, lalu aku benar-benar pergi membeli makan tak jauh dari situ ada tempat makan nasi campur yang sudah jadi langgananku meskipun aku tidak kuliah di daerah tersebut.

Tak terasa aku sudah makan dan nonton TV, serasa pemilik rumah tersebut hingga sudah 1 jam lebih aku meninggalkan Mini. Sebenarnya aku bisa saja berbuat jahat, tapi jika aku hanya ingin kesenangan materi, aku sudah berkecukupan .

Kutengok Mini yang sudah bersimbah keringat semua baju senamnya sudah basah. Pertama kulepas jepitan-jepitan yang terpasang.“Aarrgg.. Hh..”, desah Mini karena aliran darahnya berjalan lagi.
Mini terlihat pucat, lemah sekali kehabisan tenaga karena “upacara” tadi. Kulepaskan juga

Ikatan pada bambu tapi tali shibari yang mengelilingi tubuhnya tak kulepas malah kutekukkan pergelangan tangan Mini ke bagian belakang dan kuikat, dadanya makin menonjol.

Sebenarnya aku cukup prihatin karena walau tak kuikatpun Mini sudah pasrah dan tidak akan kabur.
Aku tanya padanya, “Lo masih kuat gak?”, sambil kulepas ball gag yang menyisakan garis merah di pipinya.

Ok gue cuma cape aja”, jawabnya sambil tersenyum kecil.

Kemudian kupapah dirinya ke kamarnya lalu kusuapi makan dan minum dengan kondisi tangan masih terikat.
“Sudah siap untuk selanjutnya”, tanyaku setelah memberinya waktu istirahat setengah jam yang Mini lewatkan untuk rebahan di tempat tidurnya.“Ok”, jawabnya lemah.

Lalu akupun mulai membuka semua ikatan yang ada di tubuh Mini. Meskipun aku sudah tidak tahan ingin ML dengan Mini aku masih kasihan melihat keadaannya.

Akupun memandikannya sambil meraba-raba sekujur tubuhnya dan membincangkan apa yang diinginkan Mini untuk permainan berikutnya.

Jam telah menunjukkan pukul 7 malam saat aku mengajak Mini makan keluar, Mini pun menyetujuinya dan Mini tidak kuperbolehkan memakai pakaian dalam baik bra ataupun CD, sebelum Mini menjawab, aku sudah memainkan lidahku di puting susunya yang mulai menegak dan terdengar desahan Mini.





Mimpi Indah Bersama Mbak Anun

Akhirnya kulalui malam ini dengan sendiri lagi..dan akhirnya rasa ngantuk menyerangku sampai aku terlelap dan di buai oleh mimpi-mimpi indah bersama mbak Anun ..
Matahari tlah terbit, aku terbangun oleh gaduhnya suasana didepan kontrakanku..
Kucoba untuk bangun dari tmpat tidurku untuk sekedar mengetahui, kucoba untuk mengintip dari celah gorden kaca depan, ternyata mbak anun baru datang..dan eh siapa itu..oo ternyata teman mbak Anun ..

Aku kembali ketempat tidurku, baru beberapa langkah ..pintu diketuk seseorang “ardi..ardi kamu sudah bangun.”Suara itu tak lain adalah suara Mbak Anun.”Iya ..Mbak.” Kataku kemudian aku melangkah kedepan pintu dan kubuka pintu.”Ada apa mbak?”

Kataku, “kamu hari ini ada rencana mau jalan gak?” Katanya .. “kayanya gak, mbak..kenapa” kataku,

“Bisa temanin kami gak..itu temanku mau ngajak jalan-jalan ke Loksado ..”katanya,” kapan, hari ini?

“kataku ..” tahun depan..ya hari ini lah..rencananya kami mau nginap di sana

“katanya lagi sambil tersenyum .

“Ok ..aku mandi dulu ya mbak ..” kataku .. “ya sudah kami tunggu kamu..jangan lama-lama” katanya “ok mbak ..” kataku sambil berlalu.

Setelah semua siap kami berangkat menuju tempat taruhan Agen Bola Terpercaya, di perjalanan kami hanya bertiga aku nyetir dan mbak Anun dan temannya duduk di belakang .

Mereka asik bercanda dan pembicaraan mereka mengarah pembicaraan sex..aku hanya senyum-senyum aja melihat tingkah laku mereka..kadang-kadang mbak Anun tersenyum padaku..

Owh iya nama teman mbak Anun ini Nita..orangnya gak kalah cantiknya sama mbak Anun ..toketnya lumayan gede tapi yang bikin berbeda sama mbak Anun adalah pantatnya yang besar, sesekali aku melirik dari kaca ..pikiranku sudah kemana-mana memikirkan apa yang akan terjadi di sana.

Seks Antara Pasangan Sendiri



     Membicarakan seks tidak ada ada habisnya, rahasia di balik seks banyak mengundang masyarakat penasaran. Misalnya, berhubungan intim di tempat umum kini mulai di perbincangan kan bagi suami-istri. Alasannya sederhana, agar tidak bosan dalam berhubungan intimdengan pasangan sendiri. Berbagai variasi berhubungan intim dicoba oleh pasangan suami istri di tempat umum yang dianggap lebih menantang dan memicu adrenalin, untuk mencapai orgasme. Hubungan intim di tempat umum dilakukan misal Nya di toilet mall atau , pantai, mobil, tempat parkir, perpustakaan,dll, Dan sebagainya. Tapi, benarkah hubungan intim di tempat umum menjamin sehatnya perilaku seksual bagi suami istri / pasangan sendiri. Ternyata berbuat seperti itu dapat berujung pada kematian dan kehilangan peluang kerja. Kali ini mengupas bahaya kematian dan kehilangan peluang kerja akibat seks publik.


   Hubungan intim di tempat umum memang menantang, sayangnya dalam budaya ketimuran tidak dibenarkan. Idealnya, hubungan intim dilakukan di kamar kediaman suami-istri atau hotel. Apabila dilakukan di tempat umum, menimbulkan gangguan psikologis, misalnya mudah cemas karena takut ketahuan orang bahkan dapat berakibat melemahnya alat vital pria (impotensi) dan ejakulasi dini. Bagi si perempuan tentu merasa bersalah dan tidak berharga walaupun ketika berhubungan intim merasa diri lebih seksi. Juga insomnia (sulit tidur), kehilangan percaya diri, gangguan makan, kehilangan konsentrasi, depresi, berduka, dan tidak bisa memaafkan diri sendiri.




   Tidak hanya berdampak bagi psikologis, melainkan juga berujung pada kematian. Beberapa kasus mencatat bahwa terdapat pasang muda-mudi ,tewas karena terjatuh dari ketinggian saat sedang berhubungan intim. Kemudian, tewas terlindas truk saat sedang asyik berhubungan intim di jalan raya akibat alkohol. Kemudian, terjadi kerusakan di fasilitas umum. Tentunya, Anda tetap ingin menjadi warga negara yang baik kan?
Sebaiknya, berhubungan intim tetap pada kebiasaan umum. Jika ingin tidak bosan, bisa dilakukan variasi gaya seks. Tergantung kesepakatan Anda dan suami.





Halaman ini akan tertutup otomatis setelah meng-klik tombol diatas
Terimakasih!